curhat si Mini

numpang curhat disini ya..

curhat di facebook udah sering, malah udah bosen (kasihan sama temen2 di fb yg home-nya gue sampahin. kkhekhekhe)… di twitter.. ah, gak deh..(emang bisa??)

berhubung belum pernah curhat di blog yang ini, jadinya kesempatan nih..

hhmm…. -_-

nah lho.. kok jadi bingung mau nulis apa.. -_-

gini deh.. rada2 lebay alay dikit deh.. abisnya bosen sok cool. (ceile..)

hari ini tanggal 31 januari 2012, jam 13.56.

kebetulan (takdir  kali ya) mp3 di lepi gue tersayang bersenandung lagunya dewi sandra ; Mati Rasa.

waduh..  miris banget hati gue..  T.T  kebetulan sekarang gue lagi mati rasa.. mati semati-matinya…. :’O ini soal pacar gue yang o’on! (sorry, memang kenyataannya gitu. klo tersungging, silahkan nungging.)
gue punya pacar tadi kayaknya pacar gue udah gak respect lagi tuh sama gue. (ketawa sambil nangis).

gini yah.. yang namanya cewek itu pasti pengen banget dipertahanin. pengen banget jadi nomor satu (dalam segala hal) bagi pacarnya. contoh, kayak yang gue alamin sekarang. gw pengen banget pacar gue lebih milih gue dibanding temen2nya yang notabene kagak gue kenal. haha.. tapi kenyataanya? oh God.. dia lebih milih bareng temen2nya walaupun udah 1 bulan kagak ketemu gue.. kyaknya gak punya keinginan banget buat sama gue. hufh..  (cowok kayak gini patut dicurigain..)
terakhir gue hubungin dia malam hari, 2 hari yang lalu. emang sih gue udah sebel sejak 1 minggu sebelumnya. gue sebel sama sikapnya yang gak perhatian sama gue. Yang bener aja, masa lagi smsan tiba2 dia ngilang dari peredaran. taunya buka facebook. walah.. sebel gue. (MAKAN TUH FACEBOOK!!). Dia facebook-an jg gak pernah tuh comment atau ngirim ke wall gue, kerjaannya comment atau gak nge-wall tuh FansPage (gak bisa disebutin) yang ngebahas tentang motor.

tau sih dia punya motor baru.. dan kayaknya juga punya hobby baru nongkrongin tuh FP. tapi apa sampe segitu gak punya waktunya buat comment/wall ke fb gue?? cowok2 lain aja banyak comment/wall gue. kok pacar gue sendiri kagak pernah comment/wall fb gue. -_- (nelangsa banget..)

what everlah.. yang pasti bikin gue sedih, kenapa sedikitpun gak punya niat buat pertahanin gue..

setiap kali sms juga jawabnya gitu-gitu aja. “Ayangg maap :(“, “ayang lagi apa? :(” “Ayang.. :)” “Ayaangg…”

huh.. beda banget sama dia yang dulu. SUMPAH. aku kangen banget sama dia yang dulu. :’)..

haha… inget yang dulu malah mo nangis.. tp udahlah..  udah pasti satu alasannya dia berubah kayak sekarang “Gak punya perasaan lagi ke gue”.

ya ya ya.. kalo dia gak bisa mutusin gue, gue yang menghilang..

satu-satunya cara biar semua ini berakhir (alay… :P)

kalopun gue hilang dari peredaran, gue jamin dia gak bakalan nyariin gue. berani taruhan? 🙂

-Sii Sari Miess Sad-

Untuk Sahabatku..

hei sahabat… ^^
Ku katakan padamu, kita semua BERSAHABAT… 🙂
SAHABAT bukan hanya tertulis pada sebuah kertas putih,
SAHABAT bukan hanya terbatas pada 2 pilihan…
Jangan kamu bersedih sayang.. ^^
Namamu tak tertulis dalam sebuah kertas yang pasti akan USANG seiring waktu..
Karna namamu kami ukir dalam hati yang tak akan pudar meski waktu terus berlalu…
Sahabat, jika suatu saat kita terpisah pada sebuah keadaan yang pasti terjadi
ketika sebuah nama yang terukir dalam hati kami terdengar,
kami pastikan akan mengingatmu, SAHABAT…. ^^

Miess Sad :D

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Holiday in Bali-Jogja

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jang Keun Suk oppa~ :3

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Hello Hello by Jang Keun Suk oppa~ :3

Hello Hello

답답한 거리 위를 서성이던 나에게
dabdabhan geoli wileul seoseong-ideon na-ege
스쳐 들리는 무심한 그 한마디
seuchyeo deullineun musimhan geu hanmadi

Hello, Hello 조금 낯설어도
Hello, Hello jogeum nachseol-eodo
어색하지 않았던 좋은 느낌
eosaeghaji anh-assdeon joh-eun neukkim

너에게 기대어도 되는걸까 걱정스레
neoege gidaeeodo doeneungeolkka geogjeongseule
몹시 구겨진 진심을 펼쳐보이며
mobsi gugyeojin jinsim-eul pyeolchyeoboimyeo

Thank you, Thank you
그저 고맙다는 솔직함이 전해지고 있어
geujeo gomabdaneun soljigham-i jeonhaejigo iss-eo

그래요 Hello, Hello
geulaeyo Hello, Hello
귀여운 나의 천사여
gwiyeoun naui cheonsayeo

언제나 나의 곁을 지켜줘요
eonjena naui gyeot-eul jikyeojwoyo

그리고 Thank you, Thank you
geuligo Thank you, Thank you
너에게 하고싶은 한마디 No No No No
neoege hagosip-eun hanmadi No No No No
고맙다는 그 말 뿐이죠
gomabdaneun geu mal ppun-ijyo

일부러 틀리는게 쉽진 않아 그럴수록
ilbuleo teullineunge swibjin anh-a geuleolsulog
견뎌내는게 후회만 될테니까
gyeondyeonaeneunge huhoeman doeltenikka

I know, I know
그저 웃고있는 삐에로가 좋을지도 몰라
geujeo usgoissneun ppieloga joh-euljido molla

때묻지 않은채로 일어설 수 있을까
ttaemudji anh-eunchaelo il-eoseol su iss-eulkka
털어내봐도 아픔은 쌓이지만
teol-eonaebwado apeum-eun ssah-ijiman

She knows, She knows
이제 더이상은 혼자만의 내일이 아니야
ije deoisang-eun honjaman-ui naeil-i aniya

그래요 Hello, Hello
geulaeyo Hello, Hello

귀여운 나의 천사여
gwiyeoun naui cheonsayeo

언제나 나의 곁을 지켜줘요
eonjena naui gyeot-eul jikyeojwoyo
그리고 Thank you, Thank you
geuligo Thank you, Thank you
너에게 하고싶은 한마디 No No No No
neoege hagosip-eun hanmadi No No No No
고맙다는 그 말뿐이죠
gomabdaneun geu malppun-ijyo

수없이 맞대왔던 그모든 세상에게
sueobs-i majdaewassdeon geumodeun sesang-ege
인사하는 법을 가르쳐준 그대죠
insahaneun beob-eul galeuchyeojun geudaejyo

내맘에 넘쳐나는 이 멜로디를
naemam-e neomchyeonaneun i mellodileul
너와 함께 지켜갈거야
neowa hamkke jikyeogalgeoya
그래요 Hello, Hello
geulaeyo Hello, Hello
귀여운 나의 천사여
gwiyeoun naui cheonsayeo

언제나 나의곁을 지켜줘요
eonjena nauigyeot-eul jikyeojwoyo

그리고 Thank you, Thank you
Geuligo Thank you, Thank you
너에게 하고싶은 함마디 No No No No
neoege hagosip-eun hammadi No No No No

사랑한단 고백보다 고맙다는 그 한마디로
salanghandan gobaegboda gomabdaneun geu hanmadilo
내 모든 맘을 전해요
nae modeun mam-eul jeonhaeyo

MAKALAH PURING

MAKALAH PURING

Jaringan Pengangkut (Xilem, Floem)

Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri dari xylem yang menggunakan jaringan pengangkut air dan floem sebagai jaringan pengangkut bahan organic (bahan-bahan makanan). Xylem dan Floem bersama-sama sering disebut sebagai berkas pengangkut (berkas vascular). Tumbuhan yang mempunyai jaringan pengangkut disebut tumbuhan vaskular, termasuk di dalamnya Pteridophyta dan Spermatophyta. Dari kedua bagian berkas pengangkut itu, xilem mempunyai struktur yang lebih tegar sehingga dapat utuh sewaktu berubah menjadi fosil dan dapat dipakai sebagai bahan identifikasi bagi tumbuhan jenis vaskular.

A.     XILEM

Pada dasarnya xilem merupakan jaringan kompleks karena terdiri dari beberapa tipe sel yang berbeda, baik yang hidup maupun tidak hidup. Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran transpor dan penyokong. Xilem juga dapat mempunyai serabut sklerenkim sebagai jaringan penguat, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berfungsi dalam berbagai kegiatan metabolisme.

Pada awalnya xilem merupakan hasil aktivitas meristem apikal lewat pembentukan prokambium. Xilem yang terbentuk dari prokambium dinamakan xilem primer. Bila tumbuhan ini setelah pertumbuhan primernya lengkap, kemudian membentuk jaringan sekunder sebagai hasil aktivitas kambium, maka xilem yang terbentuk itu dinamakan xilem sekunder. Meskipun xilem primer dan xilem sekunder itu tidak berbeda bentuknya, tetapi keduanya akan berbaur pada pertumbuhan selanjutnya.

Bila xilem primer diamati secara seksama akan ditemukan perbedaan perkembangan dan struktur xilem yang dibentuk pertama kali (protoxilem) dengan xilem yang dibentuk kemudian (metaxilem). Protoxilem menduduki tempat yang khas dalam struktur jaringan pengangkut primer. Pada tumbuhan tingkat tinggi, protoxilem batang letaknya paling dekat dengan empulur (di tengah, disebut xilem endarch) sedang di akar letaknya di sebelah luar metaxilem (disebut xilem exarch)

Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut :

a.      Trakeid dan Trakea

Telah menjadi anggapan umum bahwa trakeid merupakan unsur xilem yang lebih primitif dibanding trakea karena tumbuhan anggota Pteridophyta, Gymnospermae dan Spermatophyta fosil hanya mempunyai trakeid. Trakea dianggap berasal dari trakeid. Keduanya dalam keadaan dewasa berbentuk bulat panjang, berdinding sekunder terdiri dari lignin dan tidak mengandung kloroplas. Perbedaan pokok antara keduanya adalah bahwa pada trakeid tidak terdapat perforasi (lubang-lubang) sedangkan pada trakea ujung-ujungnya penuh lubang-lubang. Transpor air dan zat hara dalam trakea dapat berlangsung antara sel yang satu dengan sel lain secara bebas lewar perforasi, sedangkan dalam trakeid peristiwa itu berlangsung lewat noktah antara sel-selnya. Sel-sel pembentuk trakea tersusun sedemikian sehingga merupakan deretan memanjang (ujung bertemu ujung) dan perforasi pada ujung sel itu sangat sempurna atau bahkan dinding selnya hilang sehingga membentuk pipa panjang. Setelah terbentuk pipa ini, dinding yang tidak mengalami perfoasi mengadakan penebalan sekunder. Bentuk penebalan tersebut dapat seperti cincin, spiral atau jala. Tidak selalu ketiga bentuk itu dapat dijumpai pada tumbuhan yang sama

b.        Serabut Xilem

Serabut ini strukturnya serupa serabut sklerenkim meskipun asalnya dari trakeid yang berdiferensiasi lebih lanjut dengan dinding yang tebal dan noktah sederhana. Serabut dan trakeid saling melekat sehingga sulit dipisahkan, tetapi umunya sel serabut lebih panjang dari trakeid karena ujungnya yang runcing dapat masuk di antara sel-sel sewaktu memanjang. Serabut xilem ini terlihat jelas pada xilem yang unsurnya terdiri dari trakeid dan trakea, sedang xilem yang hanya terdiri dari trakeid, serabut itu tidak jelas adanya.

c.      Parenkim Xilem

Seperti halnya parenkim di tempat lain, sel-sel ini merupakan sel hidup, terdapat baik pada xilem primer maupun sekunder. Pada xilem sekunder, parenkim itu berasal dari kambium yang berbentuk fusiform atau bentuk sel jari-jari, sehingga diperoleh sel-sel yang sumbu panjangnya mengikuti arah jari-jari organ. Sel-sel parenkim ini mengandung berbagai senyawa umumnya tepung atau lipid, karena parenkim berfungsi sebagai penimbun cadangan makanan.

B.     FLOEM

Floem juga merupakan jaringan kompleks, terdiri dari beberapa unsur dengan tipe yang berbeda, yaitu buluh tapisan, sel pengiring, parenkim, serabut dan sklereid. Kadang-kadang ada sel atau jaringan sekretori yang bergabung di dalamnya, misalnya kelenjar getah. Fungsi floem sebagai jaringan translokasi bahan organik (asimilat) yang terutama berisi karbohidrat. Dalam jumlah kecil ditemukan juga asam amino dan hormon.

Seperti halnya pada xilem, floem yang berasal dari perkembangan prokambium disebut floem primer dan yang merupakan hasil perkembangan kambium disebut floem sekunder. Harus diperhatikan di sini bahwa floem dan xilem yang strukutur dan fungsinya berbeda itu pada pertumbuhan sekundernya berasal dari sel yang sama. Meskipun pada mulanya berkas-berkas floem letaknya terpisah, tetapi pada perkembangan selanjutnya akan membentuk kesatuan sistem karena saling beranastomisis (membentuk anyaman).

Jaringan Floem terdapat pada bagian kulit kayu. Jaringan Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut :

a.      Pembuluh

Unsur penyusun pembuluh terdiri dari dua bentuk yaitu sel tapisan yang merupakan sel tunggal dan bentuknya memanjang dengan bidang tapisan terletak di samping atau ujung sel, terdapat pada tumbuhan Pteridophyta dan Gymnospermae. Bentuk kedua adalah buluh tapisan, terdapat pada Angiospermae, berupa berkas sel-sel memanjang yang masing-masing merupakan bagian dari buluh itu dan dihubungkan oleh satu atau lebih bidang tapisan biasanya terletak di ujung sel.

Sifat khas unsur pembuluh adalah adanya bidang tapisan pada dinding selnya, serta terdapatnya modifikasi protoplas yaitu tanpa nukleus. Bidang tapisan itu merupakan sekelompok lubang-lubang yang membatasi dua sel yang berdampingan dan dihubungkan oleh benang-benang plasma yang terdapat di dalam lubang-lubang tapisan itu (semacam plasmodesma pada saluran noktah). Lubang-lubang tapisan itu biasanya dilapisi oleh kalose yaitu semacam polimer glukose, sehingga lubangnya menjadi kecil. Kalose ini akan menipis (sehingga lubangnya membesar) bila pembuluh sedang aktif menyalurkan asimilat.

Jumlah bidang tapisan yang terdapat pada pembuluh berbeda-beda tergantung pada jenis tumbuhannya. Selain itu besarnya lubang tapisan juga bervariasi, umumnya yang besar terdapat di ujung sel.

Dinding sel unsur penyusun pembuluh adalah selulose, tidak pernah dijumpai penebalan lignin. Nukleus tidak terdapat pada sel yang telah dewasa, dan hilangnya nukleus itu terjadi pada saat diferensiasi. Pada awalnya sel pembuluh itu serupa sel prokambium yang lain, mempunyai banyak vakuola dan intinya tegas. Kemudian inti itu mengalami disintegrasi ke dalam plasma dan plasma itu sendiri kemudian membentuk benang-benang memanjang sejajar sumbuh sel dan bersambungan dengan plasma sel sambungannya di lubang tapisan. Pada tumbuhan Dicotyledoneae pembuluh-pembuluh ini biasanya terisi lendir yang terdiri dari protein.

b.      Sel Pengiring

Sel-sel pembuluh pada Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae biasanya diikuti oleh sel parenkim khusus yang disebut sel pengiring. Sel itu terbentuk dari sel induk yang sama dengan sel pembuluh. Sel intuk itu membelah satu atau dua kali secara memanjang serta tidak sama besar, menghasilkan sel pembuluh yang besar dan sel pengiring yang kecil. Dinding bersama antara sel pengiring dan sel pembuluh biasanya tipis, penuh dengan plasmodesmata. Berbeda dengan sel pembuluh, sel pengiring ini tetap mempunyai nukleus pada waktu dewasa. Sel pengiring tidak dijumpai pada tumbuhan Gymnospermae dan Pteridophyta dan juga tidak ada pata protofloem Dicotyledoneae.

c.      Parenkim Floem

Selain terdiri dari pembuluh dan selpengiring, floem juga mengandung sejumlah sel parenkim yang fungsinya serupa sel parenkim lainnya, misalnya sebagai penimbun lemak dan tepung. Sel parenkim ini secara fungsional berintegrasi dengan sel pengiring. Bentuk sel parenkim ini memanjang dan sumbu panjangnya sejajar dengan sumbu berkas pengangkut.

Seperti halnya pada parenkim xilem, floem sekunder juga mempunyai dua macam bentuk parenkim sesuai dengan bentuk sel kambium yang membentuknya (fusiform atau jari-jari). Pada saat floem masih aktif, sel parenkim ini tidak mengalami penebalan dinding. Kemudian bila floem itu tidak berfungsi lagi, parenkim ini akan berubah menjadi sklerenkim atau menjadi felogen.

d.      Serabut Floem

Serabut floem terdapat baik pada floem primer maupun sekunder. Serabut ini segera membentuk dinding sekunder setelah selesai pertumbuhan memanjangnya. Umumnya penebalan itu berupa lignin, ada yang selulose. Noktah yang terjadi sederhana. Serabut ini berfungsi sebagai penguat sejak awal atau terjadi dari parenkim floem setelah sel pembuluh tidak berfungsi lagi.

C.     KAMBIUM

Kambium adalah lapisan sel atau lapisan jaringan pada tumbuhan yang aktif membelah. Kambium terdapat di antara Xilem dan Floem.

a.      Kambium Fasikuler (Kambium Primer).

Kambium ini terdapat di antara Xilem dan Floem pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Khusus pada tumbuhan monokotil, kambium hanya terdapat pada batang tumbuhan Agave dan Pleomele. Kambium fasikuler ke arah dalam membentuk Xilem dan ke arah luar membentuk floem. Sementara ke samping membentuk jaringan meristematis yang berfungsi memperluas cambium. Pertumbuhan oleh cambium ini disebut pertumbuhan sekunder.

b.      Kambium Sekunder (Kambium gabus/ Kambium Felogen)

Kambium ini terdapat pada permukaan batang atau akar yang pecah akibat pertumbuhan sekunder. Kambium gabus ke arah luar membentuk sel gabus pengganti epidermis dan ke arah dalam membentuk sel feloderm hidup.Kambium inilah yang menyebabkan terjadinya lingkar tahun pada tumbuhan.

DAFTAR PUSTAKA

Soerodikoesoemo, Wibisono, dkk,  1993, Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan, Penerbit Universitas Terbuka, Depdikbud Jakarta.

Kerusakan Hutan

MANUSIA DAN LINGKUNGAN

(KERUSAKAN HUTAN)

Disusun oleh:

YUNITRI

NIM. 06091009031

MPK VI

MATAKULIAH PERKEMBANGAN KEPRIBADAIAN

(MPK)

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2009

BAB 1

PENDAHULUAN

Hutan sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang dianugerahkan kepada Bangsa Indonesia, merupakan kekayaan yang dikuasai oleh Negara yang memberikan manfaat serbaguna bagi umat manusia, cenderung kondisinya semakin menurun. Hutan juga merupakan salah satu sumber daya alam yang berperan dalam menjaga, mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan air dan kesuburan tanah. Ketersediaan air dan kesuburan tanah merupakan urat nadi kehidupan manusia.

Indonesia dikenal memiliki hutan tropis yang cukup luas dengan keaneka-ragaman hayati yang sangat tinggi dan bahkan tertinggi kedua di dunia setelah Brazillia. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Badan Planologi Kehutanan RI tahun 2000 bahwa luas hutan Indonesia adalah 120,3 juta hektar atau 3,1% dari luas hutan dunia (Suhendang, 2002). Seiring dengan berjalannya waktu dan tingkat kebutuhan akan kayu semakin meningkat, mendorong masyarakat baik secara individu maupun kelompok melakukan eksploitasi hasil hutan dengan tidak memperhatikan kelestariannya. Eksploitasi hasil hutan tersebut biasanya dilakukan secara ilegal seperti melakukan pembalakan liar, perambahan, pencurian yang mengakibatkan kerusakan hutan di Indonesia tidak terkendali (laju kerusakan hutan Indonesia 2,8 juta hektar per tahun). Akibatnya, kerusakan hutan atau lingkungan tak terkendali tersebut mengakibatkan luas hutan semakin menurun, lahan kritis semakin bertambah, dan sering terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan lain sebagainya.

Kerusakan hutan di Indonesia tidak hanya terjadi pada hutan alam tetapi juga telah terjadi pada hutan lindung. Padahal, hutan lindung memiliki fungsi yang spesifik terutama berkaitan dengan ketersediaan air. Air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting terhadap keberlanjutan kehidupan bagi semua mahluk hidup. Hal ini seperti telah tertuang dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Ketentuan Pokok Kehutanan yang menjelaskan bahwa hutan lindung merupakan kawasan hutan karena keadaan sifat alamnya diperuntukkan guna pengaturan tata air, pencegahan banjir dan erosi serta pemeliharaan kesuburan tanah. Oleh karena itu, hutan lindung perlu perhatian yang serius dari semua pihak agar kelestariannya tetap terjamin.

Kerusakan hutan yang terus terjadi telah mengakibatkan malapetaka dan bencana yang menelan korban harta dan jiwa yang tidak sedikit, seperti musibah kebakaran dan kekeringan pada musim kemarau, banjir dan tanah longsor pada musim hujan dan lain sebagainya. Hal ini tertentu merupakan tantangan bagi semua pihak untuk mencari akar permasalahan dan solusi pemecahannya.

BAB II

PEMBAHASAN

A.Pengertian Hutan

Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.

Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap.

Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

Kawasan hutan lindung adalah kawasan hutan yang telah ditentukan oleh pemerintah untuk dilindungi dari segala macam aktivitas manusia yang mengakibatkan kerusakan hutan atau kehilangan fungsi hutan, seperti mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

B.Peran Hutan Terhadap Lingkungan

a.Peran hutan

Hutan bukanlah warisan nenek moyang, tetapi pinjaman anak cucu kita yang harus dilestarikan. Jika terjadi bencana, maka dipastikan, biaya ‘recovery’ jauh lebih besar ketimbang melakukan pencegahan secara dini. Begitu pentingnya fungsi hutan sehingga pada 21 Januari 2004 Presiden Megawati merasa perlu mencanangkan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL) yaitu gerakan moral yang melibatkan semua komponen masyarakat bangsa untuk memperbaiki kondisi hutan dan lahan kritis. Dengan harapan, agar lahan kritis itu dapat berfungsi optimal, yang juga pada gilirannya bermanfaat bagi masyarakat sendiri. Tujuan melibatkan komponen masyarakat, tentu saja, agar mereka menyadari bahwa hutan dan lingkungan itu sangat penting dijaga kelestariannya.

Hutan memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan manusia diantaranya sebagai berikut:

1.Pelestrian Plasma Nutfah

Plasma nutfah merupakan bahan baku yang penting untuk pembangunan di masa depan, terutama di bidang pangan, sandang, papan, obat-obatan dan industri.

Penguasaannya merupakan keuntungan komparatif yang besar bagi Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, plasma nutfah perlu terus dilestarikan dan dikembangkan bersama untuk mempertahankan keanekaragaman hayati.

2.Penahan dan Penyaring Partikel Padat dari Udara

Udara alami yang bersih sering dikotori oleh debu, baik yang dihasilkan oleh kegiatan alami maupun kegiatan manusia. Dengan adanya hutan, partikel padat yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi akan dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui proses jerapan dan serapan. Partikel yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap pada permukaan daun, khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk ke dalam ruang stomata daun. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon, cabang dan ranting. Dengan demikian hutan menyaring udara menjadi lebih bersih dan sehat.

3.Penyerapan Partikel Timbale dan Semen

Kendaraan bermotor merupakan sumber utama timbal yang mencemari udara di daerah perkotaan. Diperkirakan sekitar 60-70 % dari partikel timbal di udara perkotaan berasal dari kendaraan bermotor. Hutan dengan kanekaragaman tumbuhan yang terkandung di dalamnya mempunyai kemampuan menurunkan kandungan timbal dari udara.

Debu semen merupakan debu yang sangat berbahaya bagi kesehatan, karena dapat mengakibatkan penyakit sementosis. Oleh karena itu debu semen yang terdapat di udara bebas harus diturunkan kadarnya.

4.Peredam Kebisingan

Pohon dapat meredam suara dan menyerap kebisingan sampai 95% dengan cara mengabsorpsi gelombang suara oleh daun, cabang dan ranting. Jenis tumbuhan yang paling efektif untuk meredam suara ialah yang mempunyai tajuk yang tebal dengan daun yang rindang. Berbagai jenis tanaman dengan berbagai strata yang cukup rapat dan tinggi akan dapat mengurangi kebisingan, khususnya dari kebisingan yang sumbernya berasal dari bawah.

5.Mengurangi Bahaya Hujan Asam

Pohon dapat membantu dalam mengatasi dampak negatif hujan asam melalui proses fisiologis tanaman yang disebut proses gutasi. Proses gutasi akan memberikan beberapa unsur diantaranya ialah : Ca, Na, Mg, K dan bahan organik seperti glumatin dan gula. Bahan an-organik yang diturunkan ke lantai hutan dari tajuk melalui proses through fall dengan urutan K>Ca> Mg>Na baik untuk tajuk dari tegakan daun lebar maupun dari daun jarum.

Hujan yang mengandung H2SO4 atau HNO3 apabila tiba di permukaan daun akan mengalami reaksi. Pada saat permukaan daun mulai dibasahi, maka asam seperti H2SO4 akan bereaksi dengan Ca yang terdapat pada daun membentuk garam CaSO4 yang bersifat netral. Dengan demikian adanya proses intersepsi dan gutasi oleh permukaan daun akan sangat membantu dalam menaikkan pH, sehingga air hujan menjadi tidak begitu berbahaya lagi bagi lingkungan. pH air hujan yang telah melewati tajuk pohon lebih tinggi, jika dibandingkan dengan pH air hujan yang tidak melewati tajuk pohon.

6.Penyerap Karbon-monoksida

Mikro organisme serta tanah pada lantai hutan mempunyai peranan yang baik dalam menyerap gas. Tanah dengan mikroorganismenya dapat menyerap gas ini dari udara yang semula konsentrasinya sebesar 120 ppm (13,8 x 104 ug/m3) menjadi hampir mendekati nol hanya dalam waktu 3 jam saja.

7.Penyerap Karbon-dioksida dan Penghasil Oksigen

Hutan merupakan penyerap gas CO2 yang cukup penting, selain dari fitoplankton, ganggang dan rumput laut di samudera. Cahaya matahari akan dimanfaatkan oleh semua tumbuhan baik di hutan kota, hutan alami, tanaman pertanian dan lainnya dalam proses fotosintesis yang berfungsi untuk mengubah gas CO2 dan air menjadi karbohidrat dan oksigen. Dengan demikian proses ini sangat bermanfaat bagi manusia, karena dapat menyerap gas yang bila konsentrasinya meningkat akan beracun bagi manusia dan hewan serta akan mengakibatkan efek rumah kaca. Di lain pihak proses ini menghasilkan gas oksigen yang sangat diperlukan oleh manusia dan hewan.

8.Penahan Angin

Angin kencang dapat dikurangi 75-80% oleh suatu penahan angin yang berupa hutan kota.

9.Penyerap dan Penapis Bau

Daerah yang merupakan tempat penimbunan sampah sementara atau permanen mempunyai bau yang tidak sedap. Tanaman dapat menyerap bau secara langsung, atau tanaman akan menahan gerakan angin yang bergerak dari sumber bau.

10.Mengatasi Penggenangan

Daerah bawah yang sering digenangi air perlu ditanami dengan jenis tanaman yang mempunyai kemampuan evapotranspirasi yang tinggi. Jenis tanaman yang memenuhi kriteria ini adalah tanaman yang mempunyai jumlah daun yang banyak, sehingga mempunyai stomata yang banyak pula.

11.Mengatasi Intrusi Air Laut dan Abrasi

Kota-kota yang terletak di tepi pantai seperti DKI Jakarta pada beberapa tahun terakhir ini dihantui oleh intrusi air laut. Pemilihan jenis tanaman dalam pembangunan hutan kota pada kota yang mempunyai masalah intrusi air laut harus betul-betul diperhatikan. Upaya untuk mengatasi masalah ini yakni membangun hutan lindung kota pada daerah resapan air dengan tanaman yang mempunyai daya evapotranspirasi yang rendah.

Hutan berupa formasi hutan mangrove dapat bekerja meredam gempuran ombak dan dapat membantu proses pengendapan lumpur di pantai. Dengan demikian hutan selain dapat mengurangi bahaya abrasi pantai, juga dapat berperan dalam proses pembentukan daratan.

12.Produksi Perbatas

Hutan memiliki fungsi in-tangible juga tangible. Sebagai contoh, pohon mahoni di hutan kota Sukabumi sebanyak 490 pohon telah dilelang dengan harga Rp. 74 juta. Penanaman dengan tanaman yang menghasilkan biji atau buah yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan warga masyarakat dapat meningkatkan taraf gizi dan penghasilan masyarakat.

13.Ameliorasi Iklim

Salah satu masalah penting yang cukup merisaukan penduduk perkotaan adalah berkurangnya rasa kenyamanan sebagai akibat meningkatnya suhu udara di perkotaan. Hutan kota dapat dibangun untuk mengelola lingkungan perkotaan agar pada saat siang hari tidak terlalu panas, sebagai akibat banyaknya jalan aspal, gedung bertingkat, jembatan layang, papan reklame, menara, antene pemancar radio, televisi dan lain-lain. sebaliknya pada malam hari dapat lebih hangat karena tajuk pepohonan dapat menahan radiasi balik (reradiasi) dari bumi.

14.Pelestarian Air Tanah

Sistem perakaran tanaman dan serasah yang berubah menjadi humus akan memperbesar jumlah pori tanah. Karena humus bersifat lebih higroskopis dengan kemampuan menyerap air yang besar maka kadar air tanah hutan akan meningkat.

Jika hujan lebat terjadi, maka air hujan akan turun masuk meresap ke lapisan tanah yang lebih dalam menjadi air infiltrasi dan air tanah dan hanya sedikit yang menjadi air limpasan. Dengan demikian pelestarian hutan pada daerah resapan air dari kota yang bersangkutan akan dapat membantu mengatasi masalah air dengan kualitas yang baik.

15. Penapis Cahaya Silau

Manusia sering dikelilingi oleh benda-benda yang dapat memantulkan cahaya seperti kaca, aluminium, baja, beton dan air. Apabila permukaan yang halus dari benda-benda tersebut memantulkan cahaya akan terasa sangat menyilaukan dari arah depan, akan mengurangi daya pandang pengendara.

Keefektifan pohon dalam meredam dan melunakkan cahaya tersebut bergantung pada ukuran dan kerapatannya.

16. Mengurangi Stress, Meningkatkan Pariwisata dan Pencinta Alam

Kehidupan masyarakat di lingkungan hidup kota mempunyai kemungkinan yang sangat tinggi untuk tercemar, baik oleh kendaraan bermotor maupun industri. Petugas lalu lintas sering bertindak galak serta pengemudi dan pemakai jalan lainnya sering mempunyai temperamen yang tinggi diakibatkan oleh cemaran timbal dan karbon-monoksida. Oleh sebab itu gejala stress (tekanan psikologis) dan tindakan ugal-ugalan sangat mudah ditemukan pada anggota masyarakat yang tinggal dan berusaha di kota atau mereka yang hanya bekerja untuk memenuhi keperluannya saja di kota. Hutan kota juga dapat mengurangi kekakuan dan monotonitas.

b. Kerusakan Hutan dan Lingkungan

Ternyata dengan semakin tidak harmonisnya hubungan manusia dengan alam tumbuhan mengakibatkan keadaan lingkungan di perkotaan menjadi hanya maju secara ekonomi namun mundur secara ekologi. Padahal kestabilan kota secara ekologi sangat penting, sama pentingnya dengan nilai kestabilannya secara ekonomi. Oleh karena terganggunya kestabilan ekosistem perkotaan, maka alam menunjukkan reaksinya berupa: meningkatnya suhu udara, penurunan air tanah, banjir, penurunan permukaan tanah, intrusi air laut, abrasi pantai, pencemaran air berupa air minum berbau, mengandung logam berat, pencemaran udara seperti meningkatnya kadar CO2, ozon, karbon-dioksida, oksida nitrogen dan belerang, debu, suasana yang gersang, monoton, bising dan kotor.

Dalam waktu dua tahun terakhir kita merasakan peristiwa alam, seperti bencana banjir dan longsor. Diawali banjir bandang di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, pada 11 Desember 2002. Tak kurang dari 26 orang meninggal dunia dengan tragis. Di awal tahun 2003, banjir bandang Jakarta mengakibatkan beberapa penduduk tewas, puluhan ribu masyarakat harus mengungsi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Akibat ikutan lain, adanya banjir di Jakarta ini melumpuhkan kegiatan sektor swasta, termasuk pengiriman barang-barang ekspor mereka.

Di Mandalawangi, Garut, Jawa Barat pada tanggal 28 Januari 2003 telah terjadi tanah longsor dengan jumlah korban meninggal 21 orang. Memasuki akhir musim penghujan tahun 2002/2003 dikejutkan dengan peristiwa hujan lebat dan longsor di Flores, yang kemudian disusul peristiwa alam yang didominasi oleh kekeringan di Pantura Pulau Jawa. Pada akhir 2003 terjadi bencana banjir bandang yang sangat dahsyat di Bukit Lawang; Bahorok, Sumatera Utara pada tanggal 2 November 2003 yang membawa korban tidak kurang dari 134 orang meninggal serta ratusan lainnya hilang. Pada Desember 2003 beberapa wilayah Jambi terendam banjir sampai sekitar seminggu. Yang terakhir adalah peristiwa banjir besar di kota Mojokerto 4-5 Februari 2004.

Peristiwa alam dan lingkungan tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa alam sedang bergolak menuju keseimbangan baru. Kondisi ini akan terus bergerak menyesuaikan diri terhadap intervensi manusia yang tidak pernah berhenti mempengaruhinya, serta kemungkinan perubahan alam itu sendiri yang perlu dicermati. Proses alam dalam menuju keseimbangan baru ini sering kurang bisa ditangkap maknanya oleh manusia, sebaliknya manusia seringkali saling menyalahkan bukannya mencari solusi yang arif.

Bencana alam, seperti banjir, yang terjadi pada tahun 2003 dan yang berlanjut sampai awal tahun 2004 kalau ditelusuri disebabkan oleh dua kelompok faktor yakni faktor yang tidak dapat dikendalikan manusia dan faktor yang dapat dikendalikan manusia. Curah hujan kecepatan angin, dan geologi merupakan contoh faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia.

Penelusuran faktor-faktor yang berpengaruh pada peristiwa alam yang menimbulkan bencana dua tahun terakhir ini menunjukkan bahwa ada faktor alamiah yang tidak bisa dikendalikan manusia, tetapi juga banyak faktor yang sebetulnya berasal dari intervensi manusia, termasuk arah kebijakan yang tidak tepat. Curah hujan dan intensitas hujan yang tinggi, angin kencang, gempa bumi, dan letusan gunung berapi merupakan contoh-contoh faktor alam yang tidak bisa dikendalikan manusia. Sedangkan masalah invasi spesies eksotik, illegal logging di kawasan hutan, pemukiman, dan budidaya pertanian di lereng gunung merupakan bentuk intervensi yang sebetulnya dapat dikendalikan manusia. Semua itu berpengaruh besar terhadap peristiwa banjir bandang dan tanah longsor. Antara faktor alam dan

faktor manusia sangat sulit dipisahkan karena adanya interaksi timbal balik dalam suatu ekosistem .

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Hutan lindung sebagai salah satu sumber daya alam yang berperan menjaga, mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan air dan kesuburan tanah merupakan urat nadi kehidupan manusia yang saat ini cenderung menurun keberadaannya. Perambahan dan pembalakan liar (illegal logging) terjadi di mana-mana dan menyebabkan kerusakan hutan yang tidak terkendali. Akibatnya bencana alam seperti banjir, tanah longsor sudah menjadi langganan pada musim hujan tiba yang tidak jarang menelan korban ratusan jiwa masyarakat yang tidak berdosa. Ironisnya, banyak pihak termasuk pemerintah selalu menyalahkan dan bahkan menuduh masyarakat sekitar kawasan hutan sebagai penyebab utama kerusakan hutan.

Tuduhan ini sangat tidak beralasan, apalagi jika dilihat secara dekat kondisi kehidupan masyarakat sekitar kawasan hutan, seperti kehidupan masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Rogo Jampi yang sebagian besar (78%) dalam kondisi miskin dan tidak berdaya. Kondisi inilah perlu dipahami dan dijadikan salah satu pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dan perencanaan penyusunan program, agar setiap kebijakan dan program tentang pengaturan pengelolaan hutan yang diambil tetap memperhatikan kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan lindung.

Paradigma perencanaan pengelolaan hutan dan pemberdayaan masyarakat yang sentralistik yaitu program dirancang dari atas tanpa melibatkan masyarakat harus diubah kearah peningkatan partisipasi masyarakat lokal secara optimal.

Anggapan sebagian elit bahwa untuk mencapai efisiensi pembangunan, masyarakat tidak mempunyai kemampuan menganalisis kondisi dan merumuskan permasalahan, serta solusi pemecahannya, harus diubah bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan dan masyarakatlah yang paling mengetahui dan mengenal potensi dan permasalahan yang mereka hadapi.

Perencanaan sentralistik dan anggapan bahwa masyarakat tidak mampu menganalisis dan merumuskan permasalahannya, disinyalir merupakan salah satu penyebab kegagalan program pengelolaan hutan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

B. Saran

Dari penjelasan yang disampaikan pada bab-bab terdahulu maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut :

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat sekitar kawasan hutan lindung dapat segera diidentifikasi oleh pemerintah dan masyarakat sehingga dapat segera dicarikan solusi untuk proses pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan lindung .
  2. Kepada masyarakat luas agar lebih memperhatikan kelestarian kawasan hutan lindung agar terhindar dari segala dampak buruk kerusakan hutan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Kerusakan Hutan, (http: //id. Wikipedia. Org/ kerusakan Hutan (27/05/2010))

Anonim. Kerusakan Hutan, (http: //www. bpkpenabur. or. id/node (27/05/2010))

Soemarwoto, Otto. 1997. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Pengaruh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terhadap Kehidupan Manusia

MAKALAH

Ilmu Sosial Budaya Dasar

Pengaruh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Terhadap Kehidupan Manusia

Disusun oleh:

Ayu Septyani (06091009006)

Pendidikan Biologi

Dosen Pengasuh: Dra. Yulia Djahir

Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2009/2010

……………………………………….

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirohhim,

Allah Maha Suci yang telah mengajarkan sebagian ilmunya dengan hikmah kepada hambanya. Syukur Alhamdulilah pemakalah haturkan kehadirat Allah yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga pemakalah dapat menyelasaikan makalah ini dengan judul Pengaruh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terhadap Kehidupan Manusia”. Makalah ini ditulis dan disusun sebagai upaya untuk memenuhi tugas makalah Ilmu Sosial Budaya Dasar semester genap tahun pelajaran 2009-2010.

Melalui kesempatan ini pemakalah mengucapkan terima kasih yang sedalam – dalamnya kepada :

  1. Dra. Yulia Djahir selaku dosen pengasuh mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar
  2. Semua pihak yang tidak bisa pemakalah sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil dalam penulisan.

Pemakalah menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, pemakalah sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi penyempurnaan Makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat. Amin.

Indralaya, 2 Juni 2010

Pemakalah

Ayu Septyani

………………………………………………………

Daftar Isi

Kata Pengantar…………………………………………………………………………i

Daftar isi……………………………………………………………………………….ii

Bab I Pendahuluan……………………………………………………………….…….1

1.1.Latar belakang……………………………………………………………… 1

1.2. Rumusan masalah…………………………………………………………………………..  1

1.3. Tujuan…………………………………………………………………………………………… 1

Bab II Tinjauan Pustaka…………………………………………………………………………………… 2

1.1.  Pengertian Ilmu Pengetahuan…………………………………………………………… 2

1.2.  Pengertian Teknologi……………………………………………………………………… 2

Bab III Pembahasan………………………………………………………………………………………… 3

3.1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi………………………………………………………. 3

3.2. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kehidupan………………….. 5

3.3. Tanggung Jawab Manusia Terhadap Alam………………………………………….. 6

Bab IV Penutup………………………………………………………………………………………………. 7

4.1.Simpulan………………………………………………………………………………………… 7

4.2.Saran……………………………………………………………………………………………… 7

Daftar Pustaka

………………………………………………..

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, kedatangannnya di muka bumi dilengkapi dengan berbagai potensi. Potensi yang paling utama yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah akal, budi, cipta rasa, karsa dan karya. Adanya potensi inilah manusia diangkat menjadi khalifah dimuka bumi ini dengan tugas pokok adalah mengurus, merawat, menjaga, dan lain-lain alam ini. Dengan adanya akal maka manusia bias menggunakan akal mereka untuk berpikir dan menghasilkan pemikiran yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bidang-bidang yang secara dominan memberikan identitas kepada dinamika kreatifitas suat bangsa adalah ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan bisnis.

Dalam setiap kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan dan teknologi, yang digunakan sebgai acuan untuk menginterprestasikan dan memahami lingkungan beserta isinya yang digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi, mengelola dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia.

Dalam konteks ruang, manusia dengan alam saling mempengaruhi. Kualitas hubungan manusia dengan alam sangatlah bervariasi tergantung sejauh mana penguasaan manusia terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Atas dasar penguasaan ini ada beberapa masyarakat yang hidupnya sangat tergantung pada alam lingkungan, ada yang sudah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya, ada yang mampu mengelola serta memanfaatkannya bagi keseuahteraan hidup mereka.

Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dan maju dari zaman ke zaman. Pola pemikiran manusia sudah berkembang dengan pesat untuk menciptakan sesuatu yang baru dan mempermudah dalam kehidupan bermasyarakat.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah ini dirumuskan sebagai berikut “bagaimana pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kehidupan manusia?.”

1.3. Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah dapat memahami:

  • Makna dari ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Pengaruh IPTEK terhadap kehidupan manusia

………………………………………………………….

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Ilmu Pengetahuaan

Dari sudut pandang filsafat ilmu

  • Ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklasifikasi, diorganisasi, disistimatisasi, dan diinterprestasi sehingga menghasilkan kebenaran objektif, sudah diuji kebenarannya dan dapat di uji ulang secara ilmiah.
  • Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan panca indra, instuisi, dan firasat.

Secara etimologi

Ilmu berarti kejelasan, karena itu segala yang terbentuk dari akar katanya mempunyai ciri kejelasan.

Ilmu (science) dan pengetahuan (knowledge) mempunyai pengertian yang berbeda. Ilmu adalah pengetahuan yang telah memiliki sistematika tertentu atau memiliki ciri-ciri khas serta merupakan spesies dari genus yang disebut pengetahuan.

2.2. Pengertian Teknologi

  • Teknologi adalah salah satu unsur budaya sebagai hasil penererapan praktis dari ilmu pengetahuan.
  • Teknologi merupakan ilmu tentang teknik.
  • Teknologi adalah aplikasi dari prinsip-prinsip keilmuan sehingga menghasilkan sesuatu yang berarti bagi kehidupan manusia.

……………………………………………………………….

BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Dari sudut pandang filsafat, ilmu lebih khusus dibandingkan dengan pengetahuan. Suatu pengetahuan dapat dikategorikan sebgai ilmu apabila memenuhi tiga unsur pokok, yaitu:

  1. Ontologi

Ontologi merupakan bidang studi yang bersangkutan memiliki objek studi yang jelas. Objek studi harus dapat diidentifikasikan, dapat diberi batsan, dapat diuraikan, sifat-sifatnya yang esensial. Objek studi sebuah ilmu ada dua yaitu objek material dan objek formal.

  1. Efistimologi

Efistimologi merupakan bidang studi yang bersangkutan memiliki metode kerja yang jelas. Ada tiga metode kerja suatu bidang tertentu yaitu metode deduksi, induksi, dan eduksi.

  1. Aksiologi

Aksiologi merupakan bidang yang bersangkutan memiliki nilai guna atau kemanfaatannya. Bidang studi tersebut dapat menunjukkan nilai-nilai teoritis, hukum-hukum, generalisasi, kecenderungan umum, konsep-konsep dan kesimpulan-kesimpulan logis, sistematis, dan koheren. Dalam teori dan konsep tersebut tidak terdapat atau kesemerautan pikiran atau penentangan kontradiktif diantara satu sama lain.

Dalam pemikiran sekuler, ilmu pengetahuan mempunyai tiga karakteristik yaitu:

  1. objektif
  2. netral
  3. bebas nilai

Pada dasarnya teknologi juga karakteristik yaitu:

  1. objektif
  2. netral

(dalam situasi tertentu teknologi tidak netral lagi karena memiliki potensi untuk merusak dan potensi kekuasaan).

Kata ilmu dengn berbagai bentuknya terulang 854 kali al Quran. Kata ini digunakan dalam proses pencapaian pengetahuan dan objek pengetahuan sehingga memperoleh kejelasan. Dalam pemikiran islam ada dua sumber ilmu yaitu wahyu dan akal.

Ilmu mempunyai ciri-ciri dan standar-standar tertentu sebagai hasil konsensus para ilmuan. Ada semacam criteria of demarcation (Kaplan, 1963) antara pengetahuan yang telah berstatus ilmu dengan pengetahuan yang semta-mata hanya akal lumrah (common sense). Kriteria tersebut, yaitu:

  • ilmu memiliki objek formal dan materiil tertentu
  • sistematika isi dan wilayah studi yang disebut disiplin
  • terbuka
  • memiliki metode-metode tertentu.

Goldstein dan goldstein (1980) mengemukakan beberapa pengertian tentang ilmu, yaitu:

  • ilmu diartikan secra sempit, terbatas pada ilmu-ilmu eksakta seperti fisika, kimia, astronomi, dan matematika sebagi alatnya (organon, menurut aristoteles). Ilmu- ilmu ini ditandai oleh generalistik yang luas dan daya prediksi yang akurat. Akan tetapi, jika kriteria hukum generalistas dan kemampuan meramalkan sesuatu secara akuart dijadikan dasar pendefinisian ilmu, maka ilmu-ilmu sosial dan kemnusiaan akan sangat sulit memnuhinya, karena objek yang dihadapinya adalah menusia yang memiliki perasaan, pikiran dan kehendak.
  • Ilmu mengimplikasikan kemampuan untuk melalkukan eksperimen terkendali dalam rangka menguji teori dan hipotesis.
  • Ilmu dipahami berdasarkan dimensi pasifnya yang mengacu pada akumulasi fakta dan informasi sehingga membentuk suatu sistematika.
  • Ilmu dipandang berdasarkan dimensi aktifnya, yang lebih dari hanya akumulasi informasi, fakta, konsep, teori, melainkan sitem berpikir (Liek Wilardjo, 1987).

Ilmu merupakan cara kita memandang dunia, memahaminya dan mengubahnya (Goldstein dan goldstein, 1980). Cara pandang terhadap dunia mengimplikasikan bahwa ilmu merupakan aktivitas kreatif dan imajinatif manusia dalm upaya mencari dan menemukan kebenaran keilmuan. Aktifitas kreatif dan imajinatif ini diabdikan bagi kepentingan dan kesejahteraan umat manusia melalui upaya memajukan kebudayaan dan peradaban.

Teknologi adalah aplikasi dari prinsip-prinsip keilmuan sehingga menghasilkan sesuatu yang berarti bagi kehidupan manusia. Aplikasi prinsip-prinsip ini dapat dalam lapangan teknik maupun sosial. Melalui aplikasi inilah ilmu menemukan arti sosialnya, bukan hanya demi kepuasan intelektual ilmuan semata-mata. Dalam perkembangan kemudian, bukan hanya teknologi yang menggantungkan diri pada penemuan-penemuan sains, melainkan perkembangan sains mengikuti irama perkembangan teknologi.

Dengan memanfaatkan hasil-hasil inovasi teknologi, penelitian sains semakin berkembang cepat dan berbagai perspektif baru antara ilmu pengetahuan dengan teknologi membuat keduanya tidak bisa dipisahkan.

Teknologi dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia juga sebaliknya dapat membawa dampak negatif berupa ketimpangan-ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungannya yang berakibat kehancuran alam semesta. Netralitas teknologi dapat digunakan untuk kemanfaatan sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia atau digunakan untuk kehancuran manusia itu sendiri.

3.2. Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bagi Kehidupan

Hal-hal yang bisa dilakukan manusia bagi kehidupan, yaitu

  1. Meningkatkan daya dukung lingkungan
  2. Mengembangkan potensi
  3. Pemanfaatan sumber daya alam menggunakan IPTEK.
  4. Manusia bisa menggunakan IPTEK dalam menciptakan sesuatu.

Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kehidupan, yaitu:

  1. Perekayasaan pertanian untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, berupa:
    • Pemupukan (kimia dan organik).
    • Pengelolaan tanah yang lebih baik (mekanik).
    • Pemilihan bibit unggul (hayati).
    • Perbaikan pengairan melalui organisasi dan kelembagaan (sosial).
  2. Daya dukung lingkungan hutan, berupa:
  • Penggunaan mesin-mesin berat untu menebang pohon.

Dampak positif dalam penerapan IPTEK

  1. Meningkatkan daya dukung lingkungan
  2. Meningkatkan kesejahteraan umat manusia
  3. Mempermudah pekerjaan
  4. Pengetahuaan semakin berkembang.
  5. Membuat manusia semakin kreatif dalam menciptakan sesuatu.

Selain itu, ada dampak negatifnya:

  1. Tekanan terhadap lingkungan, berupa:
    • Eksploitasi hutan, sungai, laut dan lain-lain.
  2. Menimbulkan masalah lingkungan, misalnya erosi, pencemaran, dan banjir.
  3. Ketimpangan-ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungannya yang berakibat kehancuran alam semesta.

3.3. Tanggung Jawab Manusia Terhadap Alam

Manusia sebagai khalifah adalah untuk bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam dan lingkungannya tempat tinggal. Manusia diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi, menggali sumber-sumber daya, serta memanfaatkannya dengan sebesar-besar kemanfaatan.

Untuk menggali potensi alam dan memanfaatkannya diperlukan ilmu pengetahuan yang memadai. Hanya orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan  yang cukup  atau para ilmuan yang sanggup mengeksplorasi sumber alam ini.

………………………………………………………………….

BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

  1. Ilmu (science) dan pengetahuan (knowledge) mempunyai pengertian yang berbeda. Ilmu adalah pengetahuan yang telah memiliki sistematika tertentu atau memiliki ciri-ciri khas serta merupakan spesies dari genus yang disebut pengetahuan.
  2. Teknologi adalah aplikasi dari prinsip-prinsip keilmuan sehingga menghasilkan sesuatu yang berarti bagi kehidupan manusia.
  3. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kehidupan sanagt baik dan manusia harus mempunyai tanggung jawab terhadap kehidupan.

4.2. Saran

Dengan kita memanfaatkan hasil-hasil inovasi teknologi, penelitian sains semakin berkembang cepat dan berbagai perspektif baru maka kehidupan kita akan lebih maju.

…………………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA

Tim Penyusun. 2009. Ilmu sosial Budaya Dasar. Indralaya: Penerbit Unsri.

Supriadi, Dedi. 1998. Kreatifitas, Kebudayaan, dan Perkembangan IPTEK. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.